
“Jiwa” berarti “jiwa” dalam bahasa Indonesia dan Jawa dan merupakan kata yang menggambarkan esensi dan semangat batin seseorang atau komunitas. Ini mewakili aspek inti dari individu yang terlibat dalam proses kreatif dan artistik musik gamelan. “Jiwa” meliputi emosi, perasaan, dan gairah yang menghubungkan seniman dan pendengar. Dalam konteks kelompok gamelan, “jiwa” mengacu pada hubungan emosional dan spiritual yang dibangkitkan musik dan tarian, serta pengayaan dan pengembangan pribadi yang dicapai melalui pengalaman budaya.
Kata “manunggal” dapat diterjemahkan sebagai “bersatu” atau “bersama” dan menekankan persatuan dan kohesi dalam kelompok dan komunitas. Ini tentang menggabungkan bakat dan jiwa individu ke dalam keseluruhan yang harmonis, menciptakan ekspresi kolektif yang lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. Istilah ini mencerminkan misi yayasan untuk menyatukan masyarakat melalui kesenian Jawa dan untuk memperkuat ikatan timbal balik.
Ketika digabungkan, “Jiwa Manunggal” menggambarkan konsep jiwa-jiwa yang bersatu, membentuk kesatuan yang melampaui kedalaman pengalaman individu dan menciptakan pengalaman kolektif. Konsep ini mewujudkan visi Yayasan Gema Rasa, di mana gema budaya Jawa bergema dalam jiwa setiap individu dan, melalui individu-individu ini, membentuk komunitas yang lebih kuat dan bersatu. Namanya menunjukkan bahwa dengan berbagi praktik budaya ini, baik individu “jiwa” maupun kelompok secara keseluruhan dapat mencapai keadaan “manunggal” — keadaan harmoni dan persatuan yang mencerminkan kekuatan budaya untuk membangun jembatan dan menyatukan hati. Jadi, “Jiwa Manunggal” bukan hanya sebuah nama, tetapi juga sebuah pernyataan dan aspirasi: komitmen berkelanjutan terhadap inti Javigal melalui musik dan tarian. untuk mengungkapkan dan berbagi semangat, dan menenunnya ke dalam struktur komunitas, menciptakan kesatuan yang kuat dan beresonansi seluruh hal diciptakan yang dapat bertahan dalam ujian waktu.

Pemain Bongan Penerus

Pemain Beijing

Pemain Gong

Pemain Beijing

Pemain Penerus yang Baik

Pemain Bonang Barong

Pemain Saron

Pemain Saron

Pemain Ketuk Kenong

Pemain Beijing/Sinden

Pemain Beijing

Pemain Saron

Pemain Gong

Pemain Bonang Barong

Pemain Saron

Ketuk Kenong Speler

Saron Speler

Bonang Barong Speler

Saron Speler

Stichting Gema Rasa (SGR) nam deel aan een cultureel evenement tijdens de Wereldhavendagen op zondag 8 september 2024. Aan boord van de Zeesleper de Fighter werd op het openluchtpodium de theatervoorstelling Dewi Sri aan het publiek gepresenteerd. Deze voorstelling was een initiatief van M.A. Intorno, ondersteund door schrijfster Ingrid Chen, en begeleid door live gamelanmuziek van de groep Jiwa Manunggal van SGR en Hindoestaanse muziek van Prewien Pandohi-Mishre & Ensemble.

3 hari pertama dari program Pendidikan Budaya kami di Yogyakarta

Stichting Gema Rasa nodigt jullie uit voor een exclusieve live stream op YouTube, waarin we de prachtige optredens zullen delen die we tijdens onze cultuurreis hebben geoefend.